DPRD Bukittinggi Tandatangani Tuntutan Mahasiswa Tolak RUU KPK

Monday, 23 September 2019 : 05:24
Liput.com | Dinilai merusak demokrasi dan merugikan rakyat, ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), menggelar aksi damai depan kantor DPRD Kota Bukittinggi. Aksi ini dikawal puluhan personil Polres Bukittinggi dan Satpol PP Bukittinggi.


Pada aksi damai ini, mahasiswa Bukittinggi menolak revisi UU KPK, RUU KUHP yang  merusak demokrasi dan merugikan rakyat. Kemudian mendesak pemerintah untuk segera menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Kordinator aksi, Alwis, mengatakan ada empat  tuntutan ini diantanya, meminta pemerintah pusat dan  didaerah untuk mendengarkan tuntutan rakyat terkait kabut asap. Kemudian menolak pelemahan KPK dan mendesak presiden tidak mentandatangi RRU yang akan merugikan rakyat

"Revisi UU KPK dan revisi UU RKUHP oleh pemerintah tidak masuk akal," ujar Alwis pasca berorasi, kepada liput24.com.


Ketua DPRD Bukittinggi sementara, Asri Bakar akan menyampaikan tuntutan mahasiswa tersebut kepada pemerintah pusat. "Kita sangat berterimah kepada mahasiswa yang memiliki rasional yang tinggi," terang Asri Bakar.

Penghujung aksi damai ini, DPRD Bukittinggi mentandatangani tuntutan mahasiswa serta akan berupaya menyampaikan kepada DPR pusat.



Silahkan Bagikan Berita Ini