Mahasiswa Yogyakarta Demo Tolak Pemerintah Revisi UU KPK

Monday, 23 September 2019 : 03:46
Yogyakarta, liput24.com | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa se-Yogyakarta menggelar aksi tolak putusan pemerintah Revisi  Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK), di depan Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (23/9).

Selain tolak revisi UU KPK, mahasiswa juga menolak  RKUHP, RUU ketenagakerjaan dan RUU pertahanan, yang akan di paripurnakan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 


 Peserta aksi, Rizka mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk penolakan mahasiswa terhadap sikap pemerintah. "Kita menolak putusan pemerintah revisi RUU KPK," ujar Rizka kepada liput24.com.

Lanjut Rizka, mahasiswa menuntut pemerintah yang tidak serius menangani isu lingkungan serta RUU PKS yang tak kunjung disahkan.

"Kita juga menuntut banyaknya kasus kriminalisasi terhadap aktivis  mahasiswa diberbagai sektor," jelas Rizka.

Dalam rilis Aliansi Rakyat Bergerak terdapat sejumlah tuntutan, sebagai berikut: 1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. 2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. 3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia. 4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja. 5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria. 6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Baca selengkapnya di artikel "Demo Mahasiswa & Warga di Jogja: Tolak RKUHP hingga UU KPK", https://tirto.id/eix9
Dalam rilis Aliansi Rakyat Bergerak terdapat sejumlah tuntutan, sebagai berikut: 1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. 2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. 3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia. 4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja. 5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria. 6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Baca selengkapnya di artikel "Demo Mahasiswa & Warga di Jogja: Tolak RKUHP hingga UU KPK", https://tirto.id/eix9
Dalam rilis Aliansi Rakyat Bergerak terdapat sejumlah tuntutan, sebagai berikut: 1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP. 2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merevisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. 3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia. 4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja. 5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria. 6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Baca selengkapnya di artikel "Demo Mahasiswa & Warga di Jogja: Tolak RKUHP hingga UU KPK", https://tirto.id/eix9
Peserta memulai aksi di pertigaan revolusi, depan Kampus UIN Sunan Kalijaga dan melakukan longmars menuju  Pertigaan Colombo, Gejayan, Yogyakarta.(Putra).

Silahkan Bagikan Berita Ini