Pakar Pariwisata Dunia Kaji Pengembangan Objek Wisata Rawan Bencana

Tuesday, 1 October 2019 : 16:47

Bukittinggi, liput24.com | Berada di daerah rawan bencana serta lemahnya sistem pengembangan objek wisata di Sumatera Barat, Tourist Development Center Internasioal Comfrence (TDC), Pusat Studi Pariwisata Unand, menggelar diskusi bersama akademisi serta pakar pariwisata dunia di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Selasa (1/10).

Derektu Pusat Studi Pariwisata Unand, Sari Lenggogeni mengatakan, tujuan dilaksanakan internasional comfrence dengan mengundang pakar pariwisata dunia beserta akademi Indonesia  untuk memberikan pemikiran untuk memajukan objek wisata di Sumatera Barat, yang rawan bencana alam. 

"Maka kita undang para pakar dan akedemisi seperti dari UI, Universitas Padjajaran dan dari Malaysia membahas hal tersebut untuk jaka panjang pariwisata Indonesia ke depan, tidak hanya soal tourist tapai berbagai disiplin ilmu," ujar Sari.

Ketua Panitia acara, Ma'ruf menjelaskan, konfrence tersebut bersifat akademik. "Kita mau mengsher apa saja yang telah diteliti oleh pakar-pakar di universitas, sehingga masyarakat tau cara pembanguan pariwisata dari  perspektif akademik," jelas Ma'ruf ke pada awak media.

Lanjut Ma'ruf, kegiatan tersebut bisa menjembatani antara dunia akademisi dengan dunia industri. "Sehingga mereka-mereka ini bisa bersinergi dan menghasilkan industri yang bermanfaat bagi ekonomi masyarakat," kata Ma'ruf.

Acara ini berlangsung dengan hikmat yang dihadiri oleh Wakil Walikota Bukittinggi, Walikota Pakanbaru, Kadis Pariwisata se Sumatera Barat, dan akademisi.
Silahkan Bagikan Berita Ini