Sidang Tidak Objektif Korban Pelecehan Seksual Kecewa

Monday, 21 October 2019 : 19:30

Bukittinggi, liput24.com | Korban pelecehan seksual oleh mantan Pimpinan Cabang BRI Aur Kuning Bukittinggi, kecewa terhadap majelis hakim yang tidak objektif. Hal ini sampaikan kuasa hukum korban, Missiniaki Tomi kepada awak media, Senin (21/10).

"Majelis hakim tidak mengizinkan untuk menghadirikan pendamping bagi saksi korban dan membatasi keterangan yang disampaikan saksi korban,  terkait bukti atas perbuatan asusila terdakwa kepada korban," ujar Tommi.

Lanjut Tommi, sebelum persidangan pihak korban telah memberikan surat permohonan pendamping bagi saksi korban kepada majelis hakim melalui Jaksa Penuntut Umum karena kondisi psikologis korban.

“Surat permohonan itu juga dilampirkan keterangan psikologis korban, surat keterangan lembaga perlindungan perempuan kota Bukittinggi dan komnas perlindungan perempuan di pusat. Namun tidak dikabulkan,” jelasnya.

Tomi menambahkan, majelis hakim mengacu pada peraturan mahkamah Agung RI nomor 3 tahun 2017 tentang pedoman mengadili perkara perempuan berhadapan dengan hukum. 

"Pasal 9 yang menerangkan apabila perempuan berhadapan dengan hukum mengalami hambatan fisik dan psikis sehingga membutuhkan pendampingan,  maka hakim dapat menyarankan kepada perempuan berhadapan hukum untuk menghadirkan pendamping dan hakim dapat mengabulkan permintaan itu dengan menghadirkan pendamping," tambah Tomi.
Silahkan Bagikan Berita Ini