Isbat Nikah Terpadu 2019 Dimanfaatkan 36 Pasangan

Sunday, 3 November 2019 : 21:13
Bukittinggi, liput24.com | Pengadilan Agama Bukittinggi gelar isbat nikah terpadu 2019 di Kantor Badan Keuangan. Kegiatan ini diikuti 36 pasangan Bukittinggi yang belum memiliki buku nikah, Senin (04/11).

Ketua Pengadilan Agama Bukittinggi, Dra. Orba Susilawati mengatakan, kegiatan isbat pernikah terpadu merupakan program aikon dari Mahkama Agung. Terpadu disini adalah, kerjasama Pengadilan Agama dengan Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bukittinggi, Kementerian Agama Bukittinggi dengan sasaran pasangan yang sudah menikah, namun belum tercatat secara administrasi.



"Dalam hal ini perlu digaris bawahi, kita bukan melegalisasi pernikahan. Tetapi menyelamatkan proses administrasi, sehingga pernikahan yang belum tercatat itu, setelah disidangkan dapat dicatatkan oleh Kantor Kementerian Agama," ujar Susi.

Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, menjelaskan, program Isbat Nikah Terpadu 2019 merupakan rangkaian dari sekolah keluarga yang telah dilaksanakan 2 tahun terakhir. Ini juga program prioritas dari Mahkama Agung.

“Dari materi sekolah keluarga, kita ingin mengembalikan 8 fungsi keluarga dan 10 hak anak, salah satunya, memberikan hak kewarganegaraan bagi anak. Isbat Nikah menjadi realisasi dari pemenuhan 10 hak anak itu. Kedepan PKK juga akan menyiapkan P2TP2A untuk penguatan psikologi sang anak,” terang Yesi.

Sementara itu, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengapresiasi program yang diinisiasi oleh Ketua TP PKK dan Ketua Pengadilan Agama didukung oleh Kementrian Agama serta Dukcapil. 

“Masih banyak masyarakat yang belum tercatat pernikahannya. Rukun dan syarat secara agama sudah, namun secara administrasi belum. Ini yang perlu diselamatkan agar, pernikahan dan keturunan dari pernikahan itu, tercatat secara bernegara. Ini akan kita upayakan kedepan bagaimana membantu seluruh masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan yang akan berguna juga untuk kehidupan di masa yang akan datang,” jelas Ramlan.


Salah seorang peserta, Venti Yusrisal menuturkan, bahwa ia sangat senang adanya isbat tersebut. Perkawinannya tercatat dan anak-anaknya juga terbantu. "Suami saya juga bisa menetap di Bukittinggi dan bisa mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP)," tutur Venti kepada awak media.

Sidang isbat nikah terpadu 2019 dilaksanakan selama dua hari, yang diikuti 36 pasangan. Sementara biaya administrasi sebesar Rp. 426.ooo per pasang. 

Pembukaan sidang isbat nikah terpadu 2019 dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota, Ketua DPRD Bukittinggi, Unsur Forkopinda Bukittinggi, Camat dan Lurah se Bukittinggi. Kemudian TP PKK Bukittinggi dan Pekerja Sosial  Bukittinggi.
Silahkan Bagikan Berita Ini