Pemko Bukittinggi Akui Ganti Rugi Tanah Milik Kaum Guci Belum Lunas Dibayar

Wednesday, 27 November 2019 : 20:22



Bukittinggi, liput24.com | Rumah dinas Wali Kota Bukittinggi yang baru dibangun di Belakang Balok disegel kaum suku Guci Tangah Sawah.

Penyegelan ini hanya berlangsung beberapa menit. Kemudian segel berupa spanduk itu langsung dibongkar  Satpol Bukittinggi, yang dipimpin Kasat Pol PP Bukittinggi, Safnir. 

Tidak terima dibongkar, Azuli Zamri dari suku Guci Tangah Sawah langsung menyambangi Wakil Walikota Bukittinggi yang pada saat itu berada di rumah dinas Walikota Bukittinggi.


Azi Zamri, mengatakan pemerintah Kota Bukittinggi belum membayarkan sisa tanah yang dipakai untuk membangun rumah dinas Walikota Bukittinggi yang berada di Belakang Balok sejak tahun 1974.

"Pemerintah kota baru membayar 44 persen. Sementar sisianya belum dibayar hingga saat ini," ujar Azi Zamri.

 Wakil Walikota Bukittinggi, Irwandi membenarkan jika pemerintah kota belum membayarkan sisa ganti rugi tanah ke kaum Guci Tangah Sawah. 

"Pemerintah kota Bukittinggi sudah menganggarkan sisa ganti rugi pembayaran kaum Suku Guci namun karena ada masalah internal keluarga kaum suku Guci maka pemko belum tau kepada siapa mau dibayarkan," jelasnya. 

Disamping itu, tambah Irwandi untuk masalah sisa pembayaran harus ada mekanisme pembayaran, dimana pemerintah kota meminta pendapat hukum kepada Kejaksaan dan BPK terkait jumlah pembayaran yang harus dibayarkan. 

"Pembayaran harus ada mekanisme, harus ada kajian terkait pembayaran. Melalui legal opini dengan Kejaksaan dan BPK, pemerintah kota akan mengkaji jumlah yang harus dibayarkan karena dananya sudah disiapkan pemerintah," terangnya. 


Silahkan Bagikan Berita Ini