Pendidikan Shubuh Membentuk Karakter Anak Religius

Saturday, 9 November 2019 : 15:15

Masih ingatkah dengan slogan pendidikan, "Belajar dikala kacil bagaikan menulis diatas batu, Belajar dikala besar bagaikan menulis diatas air.

Fakta menyebutkan, jika sedari kecil seorang anak belajar dan menekuni dua keilmuan, mulai dari ilmu agama dan umum. Maka kelaknya, anak tersebut akan besar dengan segudang  pengetahuan. Sebaliknya juga begitu, jika sudah tua belajar, tentu tidak akan seberapa ilmu yang didapatnya. Belum lagi, persoalan daya tangkap yang mulai menurun.


Menanamkan ilmu agama dan umum kepada anak, sesuatu yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun orang yang didekatya. Anak yang berilmu, cendrung suka berbagi kepada teman-temannya. 

Secara umum dunia pendidikan di Indonesia sudah berlangsung dengan baik, mulai dari sarana dan prasana serta lainya. Bahkan pemerintah sudah lebih serius memperhatikan pendidikan anak, mulai dari usia dini. Seperti, Paud dan Taman Kanak-kanak (TK).


Dua jenjang pendidikan Paud dan TK ini, memang sudah berhasil saat ini melahirkan anak-anak yang cerdas dan nantinya tentu akan menjadi generasi yang diharapkan bangsa Indonesia.

Sementara dari sesi keilmuan keagamaan, salah satu jenjang pendidikan yang harus di ikuti anak seperti mengaji dan sebagainya. 

Menariknya pendidikan shubuh yang rutin dilaksanakan di masing masing masjid maupun surau/langgar di Sumatera Barat ini, salah satu menjadi contoh bahkan harusnya menjadi program nasional Kemeterian Agama.

Program didikan shubuh, berhasil menumbuhkan daya semangat untuk belajar, karena program ini tertanam pendidikan emosional. Seperti apakah pendidikan emosianal tersebut?

Kemampuan Emosional atau menurut Gardner (dalam Tadkiroatun), disebut sebagai kecerdasan Intrapersonal ditandai dengan kemampuan memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, serta pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri.

Nah, semua anak memiliki kecerdasaran emosianal. Maka program didikan shubuh seperti, semua anak akan menampilkan bakatnya didepan orang banyak.  Hal ini dilaksanakan sekali dalam seminggu di saat waktu shubuh hingga pagi. 

Belajar dikala shubuh memang bagus bagi otak anak, karena daya tangkap disaat shubuh sangat normal dan baik. Program ini harus dinasionalkan dan didukung oleh oran tua anak tersebut.



Silahkan Bagikan Berita Ini