Kantor DPRD Bukittinggi Jadi Sasaran Studi Banding

Wednesday, 15 January 2020 : 22:55


Bukittinggi, liput24.com | Tercatat sudah tujuh  lembaga DPRD kabupaten dan kota di pulau Sumatera study banding ke Kantor DPRD Bukittinggi diawal tahun 2020, Kamis (16/01).

Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan mengatakan, kedatangan tujuh rombongan dari daerah berbeda selama dua hari terakhir ke Kota Bukittinggi. Hal tersebut tentu menjadi satu nilai tersendiri bagi Bukittinggi, karena sering menjadi salah satu acuan bagi daerah lain, untuk sharing informasi tentang berbagai hal.

"Kemarin ada dua kunjungan. Pertama DPRD Kabupaten Pasaman pelajari dan sharing informasi tentang program kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Bukittinggi. Kedua, kunjungan kerja dari DPRD Kota Pekanbaru yang sharing informasi terkait tupoksi DPRD," jelas Herman Sofyan.

Lanjut Herman Sofyan, pada hari ini DPRD Bukittinggi kembali menerima lima kunjungan kerja sekaligus. Kunjungan kerja tersebut datang dari DPRD Kabupaten Padang Lawas, DPRD Kabupaten Sorolangun, DPRD Kabupaten Lubuk Linggau, DPRD Kabupaten Palalawan. 

Rombongan kunker dari lima daerah pada hari Kamis (16/01) itu, diterima Wakil Ketua DPRD, Nur Hasra bersama Anggota DPRD Bukittinggi, Edison Katik Basa, Ibnu Asis, Ibra Yaser, Novi Candra dan Alizarman. Selain anggota dewan, rombongan juga disambut hangat Sekwan, Noverdi serta sejumlah staff sekretariat DPRD Bukittinggi.

Wakil Ketua DPRD Bukittinggi, Nur Hasra, menjelaskan, kunjungan dari DPRD Kabupaten Padang Lawas, khususnya komisi C, terkait sinergitas antara E-Planning dengan E-Parkir serta tukar pikiran terkait PAD. 

DPRD Kabupaten Sorolangun, datang ke Bukittinggi untuk mempelajari sumber PAD yang berasal dari pajak dan retribusi. DPRD Kota Lubuk Linggau, khususnya Komisi I, ingin mempelajari ranperda tentang lembaga adat, karena Sumbar, terutama Bukittinggi, dikenal dengan sistem adatnya yang cukup kuat dengan filosofi ABS SBK. Sedangkan DPRD Kabupaten Palalawan, juga mempelajari tentang retribusi daerah.
 
"Alhamdulillah semua pertanyaan san informasi yang dibutuhkan telah diberikan sesuai.kondiri real yang ada di Bukittinggi. Intinya memang Bukittinggi memiliki empat sektor unggulan, pariwisata sebagai sumber PAD paking dominan, kesehatan, pendidikan serta perdagangan dan jasa. Sementara, APBD Bukittinggi tahun 2020 ini sebesar Rp 804 milyar dan PAD ditargetkan Rp 151 milyar," jelasnya.


Silahkan Bagikan Berita Ini