Dinsos Bukittinggi Launching Program Sembako

Saturday, 7 March 2020 : 21:53


Bukittinggi, liput24.com | Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Sosial Bukittinggi, Salurkan bantuan sembako dan pangan kepada 1860 warga pada lounching program sembako ditiga kecamatan di Kota Bukittinggi, Minggu (08/03).

Kepala Dinas Sosial Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, bantuan sembako dan pangan yang diberikan kepada warga di tiga kecamatan se Koa Bukittinggi berupa bantuan iuran jaminan kesehatan nasional untuk 19.206 jiwa  dengan total Rp 9 milyar lebih. Kemudian bantuan tas sekolah untuk 726 pelajar di Bukittinggi.

"Selain itu, juga kita serahkan bantuan sembako dan pangan khusus di kecamatan Guguak Panjang, sebanyak 630 KPM," ujar Linda.

Lanjut Linda, pada Januari dan Februari diberikan Rp 150.000 per keluarga setiap bulan, namun untuk Maret sampai Agustus naik menjadi Rp 200.000 per KK. Di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan juga dibantu untuk 1213 rumah tangga,  dengan nominal yang sama. Kemudian Kecamatan Aur Birogo Tigo Baleh,  diberikan bantuan pangan untuk 500 KK, yang dapat menerima beras kualitas premium 10 kg, telur ayam 30 butir, minyak goreng 4 liter dan gula pasir 2 kg dengan total keseluruhan Rp 162 juta lebih, jelasnya.  

"Dihari yang sama ini juga, pemerintah Kota Bukittinggi juga menyerahkan sertifkat kepada 2209 warga yang telah graduasi atau keluar dari PKH. Karena dinyatakan tidak mau lagi menerima bantuan dan termasuk masyarakat mampu dan mandiri," terang Linda.


Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, Pemko selalu pikirkan kesejahteraan ekonomi warga. Salah satunya melalui program dari Dinas Sosial, seperti prorgam sembako, PKH dan beberapa program lainnya. Dimana, bantuan yang diberikan bukan hanya memberikan dana tunai, namun juga memberikan pembinaan terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUBE). 

"Dengan program pembinaan dan pelatihan keterampilan, masyarakat kita bisa menjadi warha yang mandiri dan dapat meningkarkan perekonomian secara perlahan. Alhamdulillah ini berjalan efektif. Buktinya, saat ini sudah ada 2.209 warga yang sudah menyatakan keluar dari PKH atau graduasi. Pemko apresiasi warga yang tidak mau terima bantuan lagi dan menyatakan tidak lagi masuk PKH. Ini membuktikan mulai meningkatnya kesejahteraan masyarakat," ungkap Ramlan.

Wako juga mengapresiasi kinerja pilar sosial yang menjadi mitra kerja pemerintah untuk memonitor kondisi warga. "Dengan upaya itu, pemerintah dapat memberikan bantuan tepat sasaran bagi warga yang benar benar membutuhkan," tutup Ramlan. 

Penyerahan bantuan ini, dihadiri oleh Sekda Bukittinggi, Unsur Forkopinda, OPD serta niniak mamak dan bundo kanduang.


Silahkan Bagikan Berita Ini