Penanggulangan Covid 19 di Bukittinggi Berlandaskan Kepres no 7 2020

Saturday, 21 March 2020 : 09:24

Bukittinggi, liput24.com | Terkait penanggulangan bencana non alam, Covid 19. BPBD Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat telah merumus beberapa program  berdasarkan Kepres no 7 tahun 2020, Sabtu (21/03).

Kalaksa BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudra, mengatakan, untuk wilayah Bukittinggi sebagai kota wisata dan adanya pasien dalam pengawasan Covid 19. Maka kebijakan yang diambil pemerintah Kota Bukittinggi yang telah disiapkan BPBD Bukittinggi sebagai berikut.

1. Keputusan Walikota tentang gugus tugas percepatan penanggulangan covid 19.
2. Keputusan walikota tentang tanggap darurat bencana Covid 19.
3. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi meliburkan sekolah mulai dari Paud hingga SLTP dari 19 Maret sampai 14 hari kedepan.
4. Melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Menutup objek wisata berbayar mulai 20 sampai 31 Maret 2020.

"Penutupan objek wisata ini, bisa di perpanjang bisa diperpendek mslihat kondisi penanganan Covid 19," kata Ibentaro kepada awak media.

Lanjutnya, poin ke 5. Untuk para medis membantu RSAM sebagai rumah sakit rujukan dan isolasi.
Ke 6, menetapkan kantor Dinas Kesehatan Kota sebagai posko percepatan penanggulangan Covid 19. Ke 7, melakukan penyemprotan disinfektan mulai selama 10 hari, dimulai 17 Maret. 

"Penyeprotan disinfektan ini yaitu di fasilitas publik, objek wisata, tempat ibadah, perkantoran, sekolah dan cafe," jelasnya.


Kemudian ke 8, mengganti baliho untuk menampilkam himbauan tengang kesehatan, waspada Covid 19 dan banyak beraktifitas dirumah.

"Nah terakhir yaitu meminta Bhabinkamtibmas, Banbisa, Kelurahan hingga RT, RW memantau warga asing yang terdampak Covid 19 atau masuk ODP," tambah Ibentaro.


Silahkan Bagikan Berita Ini