Walikota Luruskan Pemikiran Rencana Pemanfaatan Rusunawa di Tengah Covid-19 Jika Dibutuhkan

Saturday, 18 April 2020 : 00:31

Bukittinggi, liput24.com |  Rencana pemerintah kota Bukittinggi, terkait pemanfaatan rusunawa jika dibutuhkan untuk isolasi, ternyata menimbulkan keresahan di tengah warga Bukik Apik. Untuk meluruskan hal tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah kepala OPD, mengundang Niniak Mamak di daerah Bukik Apik, dalam pertemuan di rumah dinas wako, Jumat (17/04) malam. 

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, Senin (14/04) lalu, pemko bersama unsur forkopimda, memang meninjau rusunawa di Bukik Apik, yang telah selesai dibangun. Karena saat ini belum ada serah terima dari pemerintah pusat, sehingga saat ini statusnya masih milik pusat.

"Sehingga belum ada keputusan apa-apa dari pemerintah kota untuk rusunawa itu. Nah, saat ini Sumbar sedang dilanda wabah covid-19, termasuk Bukittinggi. Untuk itu, timbul pemikiran kami, nantinya jika dibutuhkan rusunawa bisa dijadikan tempat isolasi sementara. Tapi belum ada keputusan untuk itu, ini baru pemikiran kami saja," jelas Ramlan.

Lebih rinci, Wako menjelaskan, jika nantinya dibutuhkan saat kemungkinan terburuk terjadi, semakin merebak covid-19 di Bukittinggi, rusunawa itu direncanakan dijadikan lokasi isolasi. Isolasi yang dimaksud, untuk karantina para perantau yang masuk Bukittinggi. "Perantau yang pulang, sebelum ke rumahnya, kita karantina di rusunawa. Bukan yang pasien positif kita inapkan di rusunawa. Mungkin salah pemahaman sebelumnya, sehingga timbul perbedaan persepsi dan pemahaman, ini yang kita luruskan sekarang," papar Wako.

Sebelumnya, sejumlah warga Bukik Apik, mengkhawatirkan rencana pemerintah kota, yang menyampaikan rusunawa akan dijadikan lokasi isolasi pasien covid-19. Tak lama setelah itu, dilaksanakan rapat oleh sejumlah Niniak Mamak yang memutuskan keberatan terhadap rencana itu.
Masri DT. Dikoto, salah seorang Niniak Mamak Bukik Apik, dalam pertemuan itu mengaku, memang ada riak di tengah warga Bukik Apik terkait rencana peruntukan sementara rusunawa, jika dibutuhkan. Namun, setelah dijelaskan wali kota, Niniak Mamak dapat memahami maksud dan tujuan dari pemikiran tersebut.

"Intinya, ini belum menjadi sebuah ketetapan. Kemudian maksud dari pemko, nanti jika dibutuhkan, rusunawa dijadikan untuk isolasi atau karantina. Tapi, untuk isolasi atau karantina sementara para perantau yang pulang. Untuk itu, kami harap kedepan, jika ada pembahasan terkait hal ini, pihak pemerintah dapat menyampaikan langsung kepada masyarakat, agar informasi tidak menjadi simpang siur. Misalnya, Lurah atau Camat yang menjelaskan, agar informasinya lebih jelas," ujar Masri DT. Dikoto.

Sementara, Ketua LPM Bukik Apik, Hendra Eka Putra, menyampaikan, pada dasarnya, setelah mendapat penjelasan wali kota itu, warga yang diwakili Niniak Mamak, tentunya lebih memahami maksud dari pemko itu. 

"Sekarang telah jelas, tidak ada simpang siur lagi. Bukan pasien positif yang akan dibawa ke rusunawa. Tapi, jika dibutuhkan nanti, rusunawa direncanakan dapat dijadikan lokasi karantina bagi perantau yang pulang ke Bukittinggi, sebelum pulang ke rumah mereka. Itupun juga belum menjadi sebuah keputusan. Ini yang akan kita coba bantu pemko untuk sosialisasikan juga ke warga sekitar Bukik Apik," terangnya.

Dalam pertemuan itu, Niniak Mamak juga menyampaikan sejumlah usulan untuk penanganan covid-19 di Bukittinggi. Masukan itu juga telah dicatat untuk dipertimbangkan oleh pihak Pemko.

Silahkan Bagikan Berita Ini