Muhammad Fadli Akan Tetap Fokus ke Dunia Politik

Tuesday, 28 July 2020 : 19:16

Bukittinggi, liput24.com | Muhammad Fadhli salahsatu tokoh muda asal Kota Bukittinggi yang menjadi bakal calon walikota pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 Bukittinggi.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadli bekerja di Jerman, sebagai senior engeneer dibidang sofwer development untuk teknology radio 4G. Kemudian pada 2016, ia pulang kampung sembari tatap bekerja sebagai konsultan lepas di perusahaan yang sama di Jerman dan berniat tulus mengabdi di Bukittinggi.

Berbekal dari niat, Fadli gandeng Yon Afrizal sebagai wakilnya untuk menjadi bakal calon walikota Bukittinggi. Ia berhasil mengumpulkan  sebanyak 8.991 berkas pendukung dan menyerahkan kepada KPU Bukittinggi pada Februari 2020 lalu.


Namun pada rapat pleno terbuka rekapitulasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan yang dilaksanakan  di Grand Hotel Royal Denai Bukittinggi. Berkas pendukung, paslon Fadli dan Yon Afrizal hanya ditemukan sebanyak 1517  dukungan yang sah.

Terkait hanya ditemukan 1517 berkas pendukung yang sah, setelah melalui verifikasi faktual. Paslon Fadli dan Yon Afrizal menolak dan menyatakan keberatan dengan hasil pleno rekapitulasi tersebut. 

Kemudian Fadli juga keberatan, terkait perbaikan syarat dukung menjadi dua kali lipat sebanyak 13, 256 pendukung dan angka tersebut sangat fantastik. Mencari data sebanyak itu sangat menyulitkan. KPU Bukittinggi dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugas dalam verifikasi faktual.

"Melihat cara verifikasi faktual oleh KPU Bukittinggi, harus ada yang ada di perbaiki. Makanya saya mengajukan permohonan sengketa kepada Bawaslu Bukittinggi," ujar Fadli. 

Lanjut Fadli, jika tidak berhasil pada Pilkada serentak 2020. Ia akan tetap terjun kedunia politik sesuai dengan niat sebelumnya.

"Dalam pergerekan ini, politik harus kekerjasama. Sepertinya,  ini akan menjadi pilihan, tapi saya harus melihat partai dahulu," kata Fadli kepada awak media. (Kim).

Silahkan Bagikan Berita Ini